Tiga Permata Logistik

Best Partner in Logistics Service

Cara Efektif Manajemen dan Pengelolaan Inventory

Manajemen dan pengelolaan inventory

manajemen dan pengelolaan inventoryManajemen dan pengelolaan inventory – Setiap perusahaan terutama  perusahaan dagang  mereka selalu  membutuhkan persediaan barang dagangan. Persediaan tersebut  akan disimpan  dan digunakan untuk memenuhi  kebutuhan perusahaan. Persediaan kemudian   digunakan untuk    proses produksi  yang akan dijual kembali. Dengan pengolahan persediaan tersebut  maka perusahaan bisa mendapatkan keuntungan untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Persediaan bisa berupa  bahan pembantu, bahan mentah,  barang  setengah jadi, barang jadi ataupun bisa berupa suku cadang. Sebagai bagian penting dari  perusahaan maka  persediaan atau inventory   memiliki nilai yang cukup besar terhadap   biaya operasional, perencanaan dan pengendalian persediaan.  Karena pentingnya persediaan maka  perusahaan harus membuat  manajemen persediaan yang baik agar bisa mengelola persediaan yang dimiliki.

Dalam hubungannya dengan manajemen inventory maka persediaan   dapat digolongkan menjadi  bahan baku,  bahan setengah jadi  atau bahan yang masih dalam proses dan juga barang jadi yang digunakan untuk perusahaan.

Ada berbagai cara model matematik   dipadu dengan model inventory berbasis komputer  yang telah dikembangkan untuk membantu perusahaan dalam memutuskan berapa banyak inventory maupun  kapan  inventory tersebut akan dipesan. Metode yang biasa digunakan dalam hal ini diantaranya adalah Material Requirement Planning(  MRP). Dalam hubungan beberapa inventory diatas maka semuanya akan membentuk  hubungan antara  produksi dan penjualan produk untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Setiap perusahaan atau pabrik yang memiliki beberapa persediaan, tentu mereka memiliki maksud baik untuk menambah nilai  kegunaan persediaan tersebut. Ada beberapa fungsi penting dari  persediaan  untuk pemenuhan  kebutuhan.

Berikut fungsi persediaan  dalam pemenuhan  kebutuhan perusahaan:

  • Mengurangi dan mencegah resiko  hilangnya  barang baku  maupun barang yang dibutuhkan oleh perusahaan

Dalam kasusnya makin banyak perusahaan yang menyadari bahwa   proses pengontrolan terhadap  bahan baku khususnya yang ada di gudang sangat penting.  Hal ini juga berhubungan dengan keberhasilan suatu perusahaan. Sebagian besar modal perusahaan akan tertanam dalam  bahan baku  atau persediaan sehingga  proses pengontrolan  tersebut sangat diperlukan untuk mencegah dan mengurangi resiko kehilangan bahan baku. Adanya persediaan yang cukup dalam gudang  karena pengontrolan yang tepat tentu saja membuat perusahaan menjadi mudah dalam proses produksi.

  • Mencegah   jika  terhadap barang yang  dipesan  jika tidak baik sehingga perusahaan bisa mengembalikan  barang tersebut

Kadang perusahaan  melakukan pengadaan barang yang banyak dan sering barang yang dipesan tersebut tidak sesuai dengan permintaan. Karena proses produksi tidak bisa ditunda maka adanya persediaan  akan membantu perusahaan yang kekurangan bahan akibat pengembalian sebagian bahan baku karena tidak sesuai permintaan.

  • Mencegah inflasi atau kenaikan barang

Perusahaan bisa mempresiksi kapan bahan baku  naik dna kapan bahan baku yang dibutuhkan harganya turun. Ketika   harga bahan baku di pasaran menurun,  perusahaan bisa membeli persediaan bahan baku dalam jumlah yang  besar. Bahan baku tersebut bisa digunakan  sebagai persediaan  dimana ketika perusahaan membutuhkan tidak perlu lagi membeli. Persediaan yang ada tersebut juga bisa mencegah adanya inflasi atau kenaikan harga bahan baku. Jadi ketika bahan baku mengalami kenaikan yang cepat perusahaan tidak lagi pusing untuk membeli  bahan baku.

  • Penyimpanan bahan baku yang dihasilkan   dalam musim tertentu  sehingga  bahan baku    bisa didapatkan ketika  barang tidak tersedia di pasaran

Kadang proses produksi terkendala adanya bahan baku yang  tidak tercukupi di  pasaran sementara permintaan konsumen tetap bahkan akan semakin bertambah. Perusahaan bisa saja membeli bahan baku yang dibutuhkan namun harganya jauh lebih mahal. Ketika harga jual barang tidak mampu untuk dinaikkan dan harga bahan baku semakin meningkat, mau tidak mau perusahaan tetap produksi namun dengan  keuntungan yang sangat minim.  Sebagai solusi yang tepat, saat harga bahan baku turun  perusahaan bisa membelli bahan baku yang banyak untuk proses produksi dan juga untuk disimpan dalam gudang. Proses penyimpanan bahan baku tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kekosongan bahan baku saat musim tertentu.

  1. Pengklasifikasian  Inventory

Management inventory diperlukan  perusahaan dan bisa dilakukan  dengan berbagai cara. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan cara analisa  nilai dari persediaan tersebut. Pada analisa ini  maka  persediaan dapat dibedakan menjadi  nilai investasi  yang telah digunakan pada periode  tersebut.  Persediaan dapat dibedakan menjadi  tiga kelas misalnya  kelas A, B, dan kelas C yang didasarkan  nilai persediaan. Nilai dalam klasifikasi tersebut adalah  volume persediaan  yang  dibutuhkan dalam satu peiode  atau dalam satu  tahun  kemudian dikalikan dengan harga per unitnya.

Kriteria masing-masing kelas dalam klasifikasi ABC, sebagai berikut :

  • Kelas A

Dalam klasifikasi ini maka persediaan yang memiliki jumlah atau volume  tahunan  dengan nilai rupiah yang cukup tinggi. Dalam kelas A, inventory memiliki sekitar 70% dari total persediaan sekalipun  dalam jumlah yang sedikit sekitar 20%  dari keseluruhan item yang tersedia.  Persediaan yang dimaksudkan  dalam kelas ini  membutuhkan perhatian yang lebih tingggi  dalam penggadaannya, hal ini karena  pengadaan tersebut akan berdampak  biaya yang cukup tinggi  sehingga harus dilakukan pengawasan yang  cukup tinggi.

  • Kelas B

Klasifikasi  kelas ini merupakan   penggolongan persediaan yang memiliki volume  tahunan dalam rupiah yang  menengah.  Dalam kelompok ini  inventory akan mewakili sekitar 20%  terhadap nilai persediaan tahunan maupun sekitar 30% dari jumlah  inventory. Dalam kelas ini akan  diperlukan teknik untuk pengendalian yang lebih moderat.

  • Kelas C

Klasifikasi ini merupakan penggolongan suatu barang  dengan nilai  volume tahunan  dalam rupiah yang  rendah dan mewakili sekitar 10% dari jumlah nilai persediaan.  Hal ini  terdiri dari  50%  dari jumlah nilai inventory  yang tersedia. Dalam klasifikasi ini  diperlukan suatu teknik untuk mengendalikan   secara sederhana dan hanya dilakukan sekali saja.

Dalam manajemen persediaaan harus dihindari beberapa kesalahan penetapan persediaan atau inventory yang  ada  pada perusahaan.  Bila terjadi kesalahan dalam penetapan persediaan tersebut maka akan berakibat tidak baik bagi perusahaan.

Bila penetapan inventory terlalu kecil maka  kesempatan untuk menjual produk akan hilang dan laba yang diharapkan tidak akan tercapai.  Namun ketika  management menetapkan   persediaan yang terlalu besar, hal ini bisa menimbulkan biaya yang terlalu besar sehingga laba yang didapatkan juga lebih kecil.  Bila perusahaan ingin meningkatkan laba maka mereka harus menambahkan persediaan yang ada di perusahaan tersebut.  Dalam suatu usaha, perusahaan adalah penentu  pembelian, perusahaan akan mempengaruhi ekonomi produksi, mempengaruhi pembelian maupun   memenuhi pesanan  konsumen  dengan cepat.

Sayangnya persediaan dalam perusahaan bisa merugikan perusahaan itu sendiri. Kerugian adanya persediaan tersebut diantaranya:

  • Menimbulkan biaya penyimpanan

Adanya persediaan dalam perusahaan atau pabrik mau tidak mau harus ada tempat penyimpanan tersendiri. Bila  perusahaan membeli bahan baku hanya untuk proses produksi misalnya hanya untuk sekali produksi, hal ini justru akan menambah biaya bahan baku. Awalnya  dalam satu minggu perusahaan akan berproduksi  n3 kali dan bahan baku dibeli saat proses produksi saja. Jika setiap akan berproduksi perusahaan membeli bahan baku, ada banyak biaya yang akan semakin membengkak. Pertama  adalah biaya transportasi karena dalam satu minggu akan ada biaya angkut bahan baku dari supplier sebanyak 3  x,bagaimana biaya transport dalam satu bulan?

Proses pengadaan yang hanya dilakukan saat produksi memang tidak akan menimbulkan biaya penyimpanan namun efeknya akan menimbulkan baiya transport semakin membengkak. Bila perusahaan memilih pengadaan bahan baku sebulan sekali dan selama itu ada beberapa proses produksi,  yang menjadi masalah adalah biaya penyimpanan. Tidak mungkin bahan baku dalam satu bulan tersebut hanya diletakkan diluar rumah, pastinya ada tempat tersendiri untuk menyimpannya.

  • Menimbulkan biaya pindah barang

Adanya  pengadaan barang akan menimbulkan biaya pindah barang  karena saat proses    order barang maka  perusahaan akan dikenakan biaya pindah barang oleh supplier. Biaya tersebut akan semakin   besar bila   barang  atau bahan baku yang dibeli semakin banyak. Proses pemindahan barang tersebut juga  dipengaruhi oleh  jarak pemesan dengan supplier. Semakin jauh jarak perusahaan dengan supplier maka semakin besar biaya pindah barang yang akan dikeluarkan.

  • Perusahaan harus mengembalikan modal  dalam bentuk persediaan yang telah ditanamkan

Bila perusahaan menanamkan modal dalam bentuk persediaan yang cukup banyak  maka padasuatu saat perusahaan harus mengembalikan modal tersebut dalam bentuk persediaan untuk diproses kembali. Modal dalam bentuk  persediaan yang  ada dalam perusahaan akan digunakan untuk  prosed produksi atau kegiatan operasional perusahaan. Dengan adanya proses produksi tersebut maka perusahaan bisa meningkatkan modalnya untuk mengembalikan persediaan yang  digunakan sebelumnya.

  1. Fokus Pengelolaan Persediaan

Pada perusahaan industry maka ada beberapa hal yang bisa  dilakukan untuk pengelolaan persediaan. Fokus pengelolaan persediaan tersebut akan memudahkan proses operasional dalam perusahaan. Berikut beberapa fokus dalam pengelolaan suatu perusahaan:

  • Banyaknya  inventory yang akan dipesan  pada waktu tertentu

Sebelum perusahaan  memanfaakan inventory  maka   akan dilakukan pertimbangan bahwa inventory tersebut  harus dipertimbangkan berapa banyak yang akan diolah  oleh perusahaan. Menghitung banyaknya persediaan yang  dibutuhkan perusahaan sangat tepat karena untuk menghindari adanya inventory yang tidak terpakai di gudang. Penimbunan inventory yang terlalu banyak akan mengurangi profit yang diinginkan perusahaan.

  • Banyaknya inventory  yang harus disimpan pada waktu tertentu

Perhitungan selanjutnya mengenai inventory adalah berapa banyak inventory  yang akan disimpan dalam gudang. Mengingat bahwa penyimpanan inventory yang terlalu banyak di gudang akan menimbulkan kerugian maka sangat penting bagi perusahaan untuk   mengatur berapa banyak inventory yang akan disimpan dalam gudang agar tidak menimbulkan kerugian yang besar.

  • Waktu yang tepat untuk memesan  inventory

Bagian pengadaan harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk pemesanan inventory. Jangan sampai ketika proses produksi inventory yang dibutuhkan telah habis  sehingga proses produksi dihentikan. Jika proses produksi dihentikan maka perusahaan tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar dan ini bisa menimbulkan kerugian bagi perusahaan sendiri. Ketika perusahaan tidak mampu memenuhi    permintaan pasar maka perusahaan lain akan masuk pada pasar bersangkutan  untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk yang sama.Untuk mencegah hal itu maka sebelum inventory habis perusahaan harus menyediakan  sejumlah yang dibutuhkan  untuk proses produksi sebelumnya.

  1. Pengelolaan persediaan

Persediaan yang dibeli oleh perusahaan tentu saja  digunakan untuk  proses produksi, manajemen inventory dalam hal ini tentu sangat dibutuhkan agar  bisa menghasilkan output yang diharapkan.  Perusahaan juga memiliki beberapa alasan mengapa mereka harus  produksi.  Pengelolaan persediaan   adalah bagian utama dari perusahaan manufactur atau industry,seperti pabrik, laba yang didapatkan adalah dari proses produksi barang  yang dilakukan secara terus menerus. Bila proses produksi dihentikan   perusahaan akan kesulitan  untuk pemenuhan  balas jasa kepada karyawannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk proses pengelolaan inventory, pengelolaan bisa  dilakukan menjadi barang setengah jadi hingga menjadi barang jadi yang siap dijual dipasaran.

Beberapa   tujuan  pengelolaan produksi diantaranya adalah:

  • Menyediaan produk yang dibutuhkan perusahaan untuk menunjang semua aktivitas dalam perusahaan  tersebut
  • Mendapatkan laba yang besar sehingga perusahaan bisa meningkatkan modal dan  kesejahteraan karyawan
  • Mampu bersaing dengan perusahaan lainnya dalam pangsa global

Manajemen inventory juga erat kaitannya dengan beberapa biaya yang harus dikeluarkan  perusahaan yang berhubungan dengaan persediaan tersebut. Beberapa   biaya yang berhubungan dengan persediaan diantaranya adalah:

  1. Biaya untuk menyimpan persediaan

Biaya penyimpanan inventory ini meliputi beberapa hal diantaranya adalah biaya pemeliharaan barang yang ada di gudang, biaya sewa  gudang,  pajak dan asuransi serta biaya modal yang ditanamkan dalam inventory tersebut. Biaya penyimpanan persediaan barang tersebut dapat diukur  dengan  persentase tertentu dari  nilai rata-rata inventory maupun berdasarkan biaya per unit dati inventory yang disimpan tersebut.

  1. Biaya penggadaan  inventory

Pengadaan inventory suatu perusahaan sangat diperlukan bukan hanya untuk proses  produksi namun juga digunakan sebagai stock ketika barang tersebut tidak  atau telah habis di pasaran. Dalam  hal biaya penggadaan  barang tersebut ada beberapa biaya yang  termasuk didalamnya.

Biaya yang termasuk dalam biaya pengadaan barang diantaranya adalah:

  • Biaya saat proses pemesanan inventory

Saat inventory dipesan perusahaan juga kan mengeluarkan beberapa biayal,seperti mereka harus membayar uang muka pembelian kepada supplier atau  membayar biaya angkut barang hingga sampai ke tangan perusahaan.

  • Biaya pengiriman inventory yang diminta

Biaya pengiriman inventory bisa dibayar saat   barang sampai ditempat atau saat awal pemesanan.  Biaya pengiriman inventory ini   tergantung dari jarak tempat supplier dengan pemesan dan juga berapa banyak barang yang diminta  pemesan.

  • Biaya penerimaan inventory

Inventory  yang diterima akan  dibayar seluruhnya kepada supplier, pembayaran bisa dilakukan saat barang sampai di tempat pemesan. Kadang  biaya penerimaan  inventory tersebut disertai oleh biaya angkut yang sudah ditetapkan.

  • Biaya pembayaran inventory yang dipesan kepada supplier

c.Biaya kekurangan inventory

Bila suatu perusahaan telah melakukan pengadaan barang  dan digunakan untuk proses produksi namun inventory yang dibutuhkan berkurang,  perusahaan tersebut bisa melalukan re order atau  mengeluarkan biaya kekurangan inventory.  Pemasanan ulang ini juga dilakukan untuk mengisi kembali gudang  inventory yang telah kosong.  Persediaan tambahan tersebut juga  digunakan untuk  mengatasi perubahan atau inflasi  penjualan maupun keterlambatan pengiriman barang.  Biaya kekurangan inventory ini sebenarnya bsia dicegah dengan melakukan pemesanan  melebihi dari  kebutuhan produksi. Dalam proses penyimpanan barang  akan diusahakan untuk penyimpanan barang yang lebih banyak. Kelebihan inilah nantinya akan digunakan untuk menggantikan kekurangan  inventory pada perusahaan bersangkutan.

Dalam kasus sehari-hari yang dilakukan oleh manajer produksi untuk mengatur inventory dalam perusahaan, maka sangat baik dilakukan pengecekan terhadap barang yang dibeli atau sebelum  pengadaan barang tersebut. Stock opname yang dilakukan pada akhir bulan inilah yang   sangat membantu dalam     proses inventory manajemen perusahaan.  Pihak pengadaan barang  harus bisa memperkirakan berapa banyak barang atau bahan baku yang akan digunakan salam satu bulan untuk proses produksi,. Bahan baku  harus sesuai dengan kebutuhan produksi dan lebih baik ditambahkan daripada perusahaan harus kekurangan bahan baku untuk produksi.

Sumber : Ilmu Manajemen Produksi

 

img_00051

Tipe dan Jenis Gudang

Tipe dan Jenis Gudang

img_00051Kali ini kami akan membahas mengenai tipe dan jenis gudang penyimpanan. Gudang merupakan salah satu item yang terpenting dalam rangkaian kegiatan logistik. Pada artikel ini akan di bahas mengenai  tipe dan jenis gudang secara umum, serta tipe gudang berdasarkan karakteristik penyimpanannya.

Secara umum, tipe dan jenis gudang ada lima. Kelima tipe itu adalah gudang pribadi, gudang publik, gudang otomatis, gudang dengan pengaturan iklim/suhu dan gudang pusat distribusi. Berikut ini penjelasannya :

  1. Gudang Pribadi/Swasta

Gudang pribadi/swasta dimiliki dan dioperasikan oleh pemasok dan reseller untuk digunakan dalam kegiatan distribusi mereka sendiri. Misalnya : jaringan ritel besar menyediakan dan mengoperasikan gudang dimana ia menerima dan mendistribusikan produk untuk toko mereka atau grosir.

  1. Gudang Publik/Umum

Gudang umum/publik merupakan ruang yang disewakan untuk mengatasi kebutuhan distribusi jangka pendek. Perusahaan atau pengecer yang memiliki gudang sendiri kadang mencari ruang penyimpanan tambahan dikarenakan keterbatasan kapasitas gudang mereka.

  1. Gudang Otomatis

Gudang otomatis merupakan tipe atau jenis gudang yang dioperasikan secara otomatis dengan teknologi komputer atau robotika. Tahapan otomatisasi sampai pada pemakaian conveyor belt untuk mengangkut barang sehingga meminimalis kebutuhan SDM.

  1. Gudang dengan Pengaturan Iklim/Suhu (Climate Controlled Warehouse)

Gudang tipe ini merupakan tipe gudang penyimpanan yang menangani berbagai jenis produk yang membutuhkan penanganan kondisi khusus seperti freezer. Gudang ini diperuntukkan bagi produk atau barang-barang yang membutuhkan kelembaban udara tertentu, misalnya produk beku atau makanan beku.

  1. Gudang Pusat Distribusi (Distribution Centre)

Ada beberapa gudang yang hanya menyimpan produk dalam waktu sangat cepat. Gudang ini berfungsi sebagai titik dalam sistem distribusi pada produk yang diterima dari berbagai pemasok dan segera dikirimkan  ke banyak pelanggan.

Gudang berdasarkan karakteristik penyimpanan

Uraian di atas merupakan tipe dan jenis gudang secara umum. Sedangkan berdasarkan karakteristik penyimpanannya, gudang bisa dikategorikan ke dalam 10 tipe. 10 tipe gudang berdasarkan karakteristik penyimpanannya adalah sebagai berikut :

  1. Gudang Penyimpanan Bahan Baku

Tipe gudang ini digunakan untuk menyimpan bahan baku yang akan digunakan di dalam rangkaian proses produksi. Biasanya lokasi gudang ini berdekatan dengan pusat pengolahan produksi. Barang-barang yang disimpan misalnya karet, bijih besi, serbuk pasir, agregat sebagai bahan material beton.

  1. Gudang Tempat Penyimpanan Barang Setengah Jadi

Di dalam proses manufakturing, ada beberapa produk yang telah melalui proses produksi dari bahan baku, bukan menjadi produk akhir tetapi menjadi produk penunjang proses produksi lainnya. Ada beberapa proses atau tahapan dalam proses manufakturing yang memerlukan barang  setengah jadi ini, antara lain:

  • Intermediate process, bahan setengah jadi yang dilakukan untuk proses selanjutnya.
  • Posponement, proses yang tertunda karena menunggu bahan setengah jadi tersebut.
  • Customization, adanya proses yang membedakan suatu barang dengan item yang sama, biasanya karena adanya permintaan dari konsumen.
  • Sub-assembly, proses melakukan perakitan terhadap barang setengah jadi tersebut.

Beberapa contoh yang dilakukan di gudang tempat penyimpanan barang setengah jadi diantaranya adalah :

  • Melakukan proses packing/packaging.
  • Melakukan labelling. Contohnya memberikan label bahasa Indonesia di setiap produk import yang masuk ke Indonesia.
  • Proses perakitan komputer, misal pemasangan kartu grafis, pemasangan memori.
  • Membanded atau melakukan product bundling untuk kepentingan promosi, misalnya membanded 5 sabun dan menambahkan satu sachet sample sampo sebagai promosi sampo tersebut.
  • Melakukan penambahan item yang khusus di suatu negara. Misal suatu produk peralatan elektronik internasional yang memiliki kabel power yang memiliki konektor dengan standard yang berbeda-beda antara negara yang satu dengan yang lain, karena itu dilakukan penambahan kabel power di negara tempat peralatan elektronik tersebut akan didistribusikan.
  • Memberikan penambahan khusus pada produk tertentu, misal penambahan emboss pada sebuah casing di suatu produk telepon seluler
  1. Gudang Penyimpanan Bahan Hasil Produksi

Karakteristik gudang ini berupa barang-barang hasil produksi yang siap dijual/didistribusikan ke konsumen akhir. Gudang ini merupakan tempat penyimpanan yang difungsikan sebagai buffer atau safety stock dari permintaan pasar terhadap produk akhir ini.

  1. Gudang Sebagai Pusat Konsolidasi dan Transit

Gudang ini akan menerima berbagai barang dari berbagai asal, setelah itu akan dilakukan proses penggabungan untuk diteruskan kepada konsumen atapun dikirimkan untuk dilanjutkan prosesnya pada lini produksi lainnya

  1. Gudang Sebagai Pusat Transhipment

Gudang ini akan menerima barang dalam jumlah yang sangat besar, juga bisa dari banyak suplier. di Gudang ini akan dilakukan proses pemecahan/pembagian barang ke dalam jumlah yang lebih kecil dan akan dilakukan proses pengiriman barang ke berbagai lokasi.

  1. Gudang yang Berfungsi Sebagai Cross Docking

Gudang tipe ini dipandang sebagai gudang paling efisien dan mempunya respon yang cepat dalam menangani perpindahan barang.Karakteristik gudang ini adalah barang akan disimpan dengan waktu yang singkat. Hari itu diterima dan hari itu juga akan dikirimkan. Biasanya digambarkan dengan proses loading barang dari truk ke truk lain.Namun implementasinya tidaklah mudah. Ada beberapa persyaratan agar proses cross docking bisa berjalan, antara lain setiap barang harus sudah terlabel dan dalam kondisi siap kirim.Beberapa tantangan penerapan cross-docking antara lain :

  • Kesiapan dukungan dari Warehouse Management System (WMS).
  • Harus dipikirkan bagaimana sistem kualiti kontrolnya.
  • Memastikan bahwa kegiatan cross-docking ini dapat tercapai dan dibutuhkan kerjasama dan dukungan dengan suplier maupun dengan transporter

Beberapa produk yang cocok untuk dilakukan proses cross-docking seperti misalnya : buah, sayur, daging dan ikan.

  1. Gudang Sebagai Pusat Sortir

Gudang dengan karakteristik seperti ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang melakukan pengiriman surat, parsel ataupun perusahaan penyewaan palet yang melakukan distribusi palet ke berbagai lokasi.

Proses awalnya barang akan dikumpulkan di pusat sortir tersebut, selanjutnya dilakukan proses sortir berdasakan kode pos ataupun berdasarkan zonasi.Setelah dilakukan proses sortir, barang yang sudah terkumpul akan dikonsolidasikan dan dilakukan pengiriman berdasarkan area distribusinya.Beberapa pusat sortir sudah menggunakan otomasi untuk memudahkan proses sortirnya.

  1. Gudang Fulfillment

Gudang ini didesain untuk mengelola permintaan pengiriman barang dengan volume besar. Misalnya gudang yang dikelola oleh perusahaan e-commerce.

  1. Gudang yang Difungsikan untuk Proses Reverse Logistics

Gudang ini digunakan untuk menyimpan barang-barang retur ataupun barang-barang defective. Proses yang dilakukan di gudang ini seperti proses pengecekan kembali barang retur atau defective, proses repacking, proses perbaikan, mengambil beberapa bagian dari barang yang rusak untuk dipakai kembali atau pemusnahan barang-barang retur atau defective.

Selain itu ada juga gudang reverse logistik yang menawarkan untuk menyimpan dan mengelola perlengkapan packaging ataupun melakukan pengelolaan palet. Di industri makanan contohnya ada yang perusahaan jasa logistik yang menawarkan pencucian dan pembersihan peralatan makanan sebelum barang tersebut dapat dipergunakan kembali.

  1. Gudang untuk Kepentingan Publik

Selain gudang yang dikomersilkan, juga ada gudang yang dikelola oleh negara. Misal gudang Bulog untuk menyimpan beras, gudang milik tentara ataupun gudang untuk menyimpan barang bantuan bencana.Barang-barang yang disimpan misal seragam, perlengkapan kantor, komputer maupun perangkat lunak yang digunakan. Pengelolaan gudang untuk kepentingan publik ini bisa dikelola oleh negara ataupun dikelola oleh perusahaan pihak ketiga.

3PL DAN PT. BAYER JALIN KERJASAMA LOGISTIK

PROJEK BAYER1Bayer merupakan perusahaan dengan kompetisi di bidang Life Science yang berkaitan dengan kesehatan dan pertanian. Bayer memproduksi dan memasarkan berbagai produk farmasi (obat dengan resep dokter), produk non-resep dan produk untuk industri pertanian.

Bayer mengoperasikan dua pabrik di Indonesia yang merupakan supply chain fasilitas produksi Bayer Global. Produk dari kedua pabrik tersebut sebagian besar diekspor ke seluruh negara-negara di dunia dan juga dipasarkan di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik, Bayer menjalin kerjasama dengan PT. Tiga Permata Logistik (3PL) dalam pemenuhan kebutuhan warehouse. Bentuk kerjasama tersebut meliputi warehousing beserta handling dan delivery (trucking). Periode kerjasama antara 3PL dan Bayer sementara ini akan berlangsung selama satu tahun.

Lokasi yang saat ini digunakan untuk menyimpan produk Bayer adalah area Gudang C dengan luas area 1000m2. Produk yang disimpan di gudang tersebut merupakan produk industri pertanian berupa pembasmi hama.

3PL mendukung berkembanganya industri-industri dengan menyediakan space warehouse sebagai salah satu bagian dari kebutuhan logistik. Selain itu, 3PL juga menyediakan management warehouse dan trucking sebagai penunjang seluruh kegiatan logistik.

CSA DAN 3PL JALIN KERJASAMA DALAM BIDANG WAREHOUSING

upload
Surabaya (9/08) – Sebanyak 13 truk container inbound bermuatan porcelain tiles selesai dieksekusi oleh team warehouse PT. Tiga Permata Logistik (3PL). Aktivitas tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara 3PL dengan PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSA) dalam  bidang warehousing.

Luas area warehouse milik 3PL yang disewa oleh CSA adalah 400m2. Area tersebut difungsikan untuk penyimpanan granit / keramik yang didistribusikan langsung oleh CSA.

CSA merupakan distributor sekaligus agen pemasok bahan bangunan, kimia, cat dan ritel bahan bangunan modern. CSA juga mendistribusikan keramik, kayu jadi, pelengkap toilet, pipa dan atap PVC sebagai bahan konstruksi.

“Project CSA merupakan salah satu project yang saat ini sedang ditangani oleh 3PL. Kerjasama antara 3PL dan CSA dalam bidang warehousing dimulai pada Agustus ini dengan rencana proyeksi kerjasama hingga satu tahun ke depan” (Elisyus – Marketing 3PL).

3PL adalah perusahaan logistik penyedia jasa warehousing dan warehouse management. Lokasi kantor dan gudang 3PL yang berada di Jalan Raya Waru KM 15, Gedangan, Sidoarjo ini cukup strategis untuk bisnis. Terlebih lagi posisinya yang cukup dekat dengan Bandara Internasional Juanda dan akses tol.

Sebagai perusahaan logistik, 3PL menyediakan space warehouse yang dapat disewa oleh perusahaan dalam menunjang aktivitas bisnisnya. Area warehouse yang disediakan 3PL kurang lebih seluas 11.000 m2 dan dilengkapi dengan CCTV serta sistem keamanan 24 jam.

Peluncuran Aplikasi Berbasis Web pesantruk.id

 

pesantruk.idKemajuan teknologi mendorong perusahan berbasis jasa seperti Tiga Permata Logistik untuk melakukan inovasi. Salah satunya adalah dengan meluncurkan aplikasi berbasis web pesantruk.id

Era kompetisi saat ini menuntut bagi semua perusahaan termasuk perusahaan logistik untuk melakukan inovasi dengan tujuan dapat memberikan solusi bagi pelanggan. Tiga Permata Logistik meluncurkan aplikasi pesantruk.id. Aplikasi yang berbasis web ini memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan transaksi pemesanan truk dengan mudah.

Tiga Permata Logistik yang berkantor cabang di Jakarta, Semarang dan Surabaya, memberikan inovasi dan kemudahan bagi pelanggan untuk memilih truk yang sesuai dengan kebutuhan. Tiga Permata Logistik menyediakan berbagai variasi jenis truk berdasarkan kebutuhan akan tonase atau kubikasi muatan barang  anda dengan berbagai tujuan ke seluruh Indonesia. Tiga Permata Logistik didukung oleh tenaga profesional yang handal dan mampu mengelola logistik perusahaan anda.

Dengan aplikasi berbasis web pesantruk.id ini, anda dapat dengan mudah melakukan transaksi pemesanan truk dengan melalui browser di komputer, notebook maupun handphone anda.

Jika anda saat ini kesulitan untuk mencari jasa sewa truk untuk pengiriman barang anda atau sedang mencari harga sewa truk yang lebih kompetitif, kunjungi website kami di pesantruk.id. Kami memberikan pelayanan yang profesional termasuk update tracking perjalanan truk yang mengirim barang anda dari tempat asal sampai ke tempat tujuan.

Tiga Permata Logistik, because we are your best logistics partner.

Sewa Truk Untuk Pindahan

Kendaraan untuk memuat barang pindahan adalah salah satu hal yang penting pada saat melakukan proses pindahan. Di dalam artikel ini kami akan mengulas dan memberikan tips untuk anda dalam memanfaatkan sewa truk untuk pindahan.

sewa truk pindahanMencari truk yang disewakan untuk pindahan dapat anda lakukan dengan mencari penyedia jasa penyewaan truk.

Berikut beberapa tips untuk anda dalam mencari perusahaan penyewaan truk:

  • Tentukan kapasitas dari barang pindahan anda.
  • Untuk barang pindahan, pastikan anda memilih truk dengan box. Hal ini untuk mengurangi resiko jika terjadi hujan maupun potensi pencurian
  • Pilihlah penyedia jasa sewa truk yang terpercaya. Jangan asal memilih jasa sewa truk, misalnya yang berada di pinggir jalan karena kita tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dengan barang pindahan kita. Pilihlah perusahaan penyedia jasa sewa truk yang memiliki kontak dan alamat yang bisa dipertanggung jawabkan.
  • Saat ini banyak perusahaan penyedia jasa yang menyediakan kemudahan pemesanan truk melalui website, gunakanlah untuk mendapatkan kemudahannya.

Selain truk, anda juga tentunya harus mempersiapkan tenaga untuk melakukan bongkar muat barang pindahan anda.

Untuk kemudahan melakukan penyewaan truk kami dari Tiga Permata Logistik menyediakan kemudahaan bagi anda untuk melakukan penyewaan truk untuk berbagai kebutuhan. Anda tinggal mengakses website pesantruk.id dan melakukan transaksi pemesanan truk sesuai dengan kebutuhan pindahan anda.

Mencari penyewaan truk saat ini tidak lagi sulit dengan pesantruk.id di tangan anda.

Memilih Tempat Sewa Truk di Jakarta

Kebutuhan transportasi di Jakarta sangatlah tinggi. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya permintaan akan pembelian maupun penyewaan alat transportasi. Begitu juga untuk kebutuhan penggunaan truk di Jakarta. Kami akan mengulas bagaimana memilih tempat sewa truk di Jakarta.

sewa truk di jakartaKita bisa mendapatkan truk yang disewakan oleh perorangan maupun oleh perusahaan. Jenis layananpun beragam, dari model layanan lepas kunci yang artinya pelanggan mengelola kendaraan sendiri atau model layanan penyewaan kendaraan dengan model ritase truk.

Penyewaan truk biasanya disebabkan akan kebutuhan berikut:

  • Untuk memindahkan barang pindahan
  • untuk memindahkan barang

beberapa hal berikut dapat dijadikan acuan dalam memilih sewa tempat truk di Jakarta:

  • Pilih tempat sewa yang terpercaya. Sebaiknya pilih tempat sewa truk yang berbadan hukum, karena jika ada permasalahan dapat diselesaikan dengan pengelola tempat sewa truk tersebut.
  • Mencermati armada truk yang akan disewa. Bisa berdasarkan tahun pembuatan, dengan maksimal berumur 5 tahun. Keadaan fisik truk juga harus diperhatikan.
  • Memilih jenis truk berdasarkan kubikasi, tonase muatan. Selain itu juga harus dipilih jenis box ataupun jenis bak.

Faktor lain yang juga akan menjadi pertimbangan pada saat memilih tempat sewa truk di Jakarta misalnya harga yang lebih kompetitif, teknologi yang digunakan, apakah sudah mempunyai GPS agar kendaraan lebih mudah ditracking atau belum.

Demikian panduan yang dapat anda jadikan acuan pada saat akan memilih tempat sewa truk di Jakarta. Semoga bisa bermanfaat bagi anda.

Warehouse Indonesia dan Pengelolaannya

Kebutuhan akan pengelolaan warehouse Indonesia semakin dituntut kepada arah yang lebih efisien. Bukan sekedar sebagai tempat menyimpan, tetapi menjadi pusat pengelolaan logistik yang terpadu.

warehouse indonesiawikipedia memberikan definisi mengenai warehouse sebagai suatu tempat yang berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan.

Sebagai tempat penyimpanan sementara, warehouse di Indonesia mempunyai beberapa fungsi/layanan sebagai berikut

  • Penyimpanan barang
  • Fungsi konsolidasi barang
  • Custom Clearence
  • Pengepakan
  • Toll Manufacturing /Kitting/ Assembly

Warehouse Indonesia bisa mempunyai satu atau lebih bahkan semua fungsi/layanan yang bisa diberikan, sangat tergantung dengan jasa/layanan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Perusahaan Logistik biasanya akan memberikan nilai tambah dari sebuah warehouse yang awalnya hanya berupa sebuah tempat/ruang yang besar dengan memberikan pengelolaan manajemen pergudangan sehingga warehouse tersebut mempunyai fungsi yang menunjang kegiatan logistik.

Beberapa hal yang dapat dijadikan acuan dalam memilih warehouse antara lain:

  • Jenis barang yang akan disimpan
  • Luasan yang diperlukan
  • Lokasi, apakah akan dekat dengan tempat produksi atau dekat dengan tempat barang akan didistribusikan
  • detail lain seperti tingkat kelembapan, kebutuhan akan suhu tertentu, kebutuhan racking untuk tempat penyimpanan yang lebih efisien.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka kita dapat memilih warehouse yang tepat. Selain itu, pemilihan warehouse dan manajemennya dapat dimudahkan dengan memakai jasa dari perusahaan penyedia jasa layanan logistik.

Perusahaan Jasa Manajemen Logistik

Kebutuhan akan pengelolaan manajemen logistik di Indonesia sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan perusahaan logistik maupun pengembangan infrastruktur yang mendukung kegiatan logistik.

manajemen logistikWikipedia Logistik merupakan seni dan ilmu, barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal . Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.

di dalam pengelolaannya dibutuhkan sebuah manajemen logistik yang mampu mengelola berbagai kegiatan logistik yang kompleks. Kegiatan-kegiatan besar yang ada di dalam logistik antara lain:

  • pengelolaan gudang
  • pengelolaan transportasi dan distribusi

Manajemen logistik Merupakan bagian dari proses rantai suplai yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan, dan informasi mulai dari titik awal (point of origin/titik asal) hingga titik konsumsi (point of consumption/titik konsumsi) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen.

Kegiatan manajemen logistik meliputi :

  • Proses perencanaan
  • Proses pengadaan, termasuk transportasi
  • Proses pengelolaan dan penyimpanan
  • Proses pemindahan bahan/material dari gudang ke pabrik (sebagai titik awal/point of origin)
  • Proses pengelolaan dan penyimpanan barang jadi (finished goods)
  • Proses distribusi barang jadi dari gudang pabrik ke penyalur dan selanjutnya ke konsumen. (sebagai titik konsumsi/point of consumption)

Untuk melakukan kegiatan manajemen logistik, diperlukan fokus dalam pengelolaannya. Oleh sebab itu ada bidang usaha yang menyelenggarakan bisnisnya untuk memberikan jasa layanan manajemen logistik atau yang lebih dikenal dengan third party logistics (3PL)

Perusahaan penyedia jasa layanan logistik, memfokuskan diri pada layanan manajemen logistik dengan memberikan layanan yang bertujuan agar pengelolaan logistik dari pelanggan menjadi lebih efisien dan efektif. Di dalam kenyataannya, bentuk layanan perusahaan bisa bermacam-macam. Berikut adalah layanan yang diberikan oleh perusahaan penyedia jasa logistik:

  • Manajemen penyimpanan/pergudangan
  • pengepakan
  • transportasi
  • toll manufacturing
  • assembly

dari beberapa hal tersebut, perusahaan penyedia jasa ada yang mengkhususkan pada satu bidang layanan saja, sementara yang perusahaan lain bisa kita dapatkan mempunyai hampir semua layanan manajemen logistik yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Apa itu Shared Warehouse?

shared warehouseShared Warehouse, solusi penyimpanan barang yang efektif

Di dalam pengelolaan penyimpanan barang, dibutuhkan manajemen yang efektif dan efisient. Hal ini disebabkan oleh karena storage adalah salah satu komponen cost dalam Logistik. Oleh sebab itu dibutuhkan perhitungan yang optimal agar cost efisiensi dapat tercapai.

Di dalam pengelolaan luasan storage space yang dibutuhkan, tentu merupakan hal yang tidak mudah bagi seorang logistics manager. Pada saat sudah menggunakan atau memakai luasan space tertentu berdasarkan proyeksi yang sudah dibuat, ternyata proyeksi tersebut salah dan terjadi perubahan kebutuhan space. Hal ini mengakibatkan pemborosan biaya untuk pengelolaan space gudang. Hal ini terjadi terutama pada space yang sudah didedikasikan khusus untuk gudang.

Luasan yang unpredictable ini dapat disiasati dengan memakai shared warehouse. Apa itu shared warehouse?
Shared Warehouse adalah sebuah gudang yang dikelola oleh pengelola gudang profesional yang menyediakan penyewaan space gudang, manajemen inventory bahkan sampai ke solusi transportasi. Shared warehouse ini dapat digunakan oleh lebih dari satu customer, dan menggunakan resource seperti man power, forklift dan listrik secara bersama-sama.

Karena resource digunakan bersama-sama, maka efisiensi dapat diperoleh.
Selain itu, dengan fleksibilitas penyewaaan luasan space warehouse, bahkan secara waktu penyewaan sangat fleksibel, dari mulai harian, mingguan, bulanan hingga tahunan, maka sangatlah memberikan kemudahan bagi customer.